TEKNIK
EVALUASI
A.
Pengertian Teknik Evaluasi
Teknik
merupakan suatu karakteristik yang dimiliki oleh seseorang untuk menghasilkan
atau medapatkan sesuatu yang diinginkan. Evaluasi merupakan bagian dari sistem
manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring. Tanpa
evaluasi, maka tidak akan diketahui bagaimana kondisi objek evaluasi tersebut
dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya. Istilah evaluasi sudah menjadi
kosa kata dalam bahasa Indonesia, akan tetapi kata ini adalah kata serapan dari
bahasa Inggris yaitu evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (Echols
dan Shadily, 2000 : 220).
Sedangkan
menurut pengertian istilah “evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk
mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya
dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan” (Yunanda :
2009).Evaluasi adalah suatu tes atau tingkat kegunanan dan/atau fungsionalitas
system yang dilakukan di dalam laboratorium, di lapangan, atau di dalam
kolaborasi dengan pengguna.
Evaluasi
digunakan untuk melihat apakah hasil rancangan dengan proses uji coba system
yang telah dibuat sesuai dengan permintaan pengguna (user). Proses ini tidak
dikerjakan dalam satu fase proses perancangan tetapi melalui perancangan dengan
prinsip life cycle.
B. Tujuan Evaluasi
Teknik evaluasi
ini mempunyai tujuan yaitu :
1. Melihat
seberapa jauh sistem berfungsi
Desain
system memungkinkan user melakukan tugas yang dibutuhkan dengan lebih mudah.
Ini tidak hanya membuat fungsionalitas yang sesuai ada di system, tetapi
membuat mudah mencapai user, user dapat melakukan aksi untuk melaksanakan
tugas. Juga mencakup kesesuaian pengguna system terhadap harapan user pada
tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari
user pada system, untuk melihat keefektifan system dalam mendukung tugas.
2. Mengetahui
efek suatu interface ke pengguna
Ini
mencakup pertimbangan aspek dari kemudahan system dipelajari, usability dan
perilaku user. Penting juga untuk mengidentifikasi area desain yang
berlebih dari user, dengan menggunakan sejumlah informasi yang berlebih.
3. Mengidentifikasi
problem yang terjadi pada system
Ketika
menggunakan konteks yang diinginkan menyebabkan hasil yang tidak diinginkan,
atau terjadi kekacauan diantara user. Ini tentunya berhubungan
dengan usability dan
fungsionalitas dari desain
(bergantung pada sebab masalah). Tujuan ini merupakan
aspek negative dari desain.
No comments:
Post a Comment