ANALISIS TUGAS
Analisis tugas adalah
suatu proses mengkaji seorang manusia dalam melaksanakan tugas, apa saja peralatan yang mereka
gunakan, dan hal-hal apa saja yang perlu mereka ketahui.
Memeriksa tugas-tugas user untuk mengetahui dengan baik apa yang dibutuhkan
user dari interface yang mereka rancang
dan bagaimana mereka akan menggunakannya.
Analisis tugas memiliki
ruang lingkup yang luas. Selain meliputi tugas-tugas yang melibatkan penggunaan komputer,
analisis tugas juga memodelkan aspek-aspek dunia nyata baik yang menjadi bagian maupun tidak
dalam system komputer. Misalnya, jika dilakukan analisis
tugas terhadap pekerjaan pengolah kata (word processing), maka aktifitas
mengambil kertas
/ dokumen dari filing cabinet, mengganti pita atau tinta komputer, memasukkan
disket ke dalam drive akan menjadi bagian
dari hal-hal yang tercakup didalamnya. Istilah-istilah analisis tugas:
1.
Sasaran adalah kondisi sistem yang ingin
dicapai manusia.
2.
Tugas adalah himpunan tersruktur dari
aktifitas yang dibutuhkan, digunakan sebagai hal penting
untuk mencapai sasaran dengan menggunakan perangkat tertentu.
3.
Aksi adalah tugas yang tidak mengandung
pemecahan persoalan.
4.
Rencana terdiri atas sejumlah tugas atau
aksi yang disusun dalam suatu urutan.
Analisis tugas digunakan
untuk:
A Manual dan pengajaran.
Ø Mengajarkan
cara melakukan task.
Ø Menyusun
manual atau materi ajar.
Ø Membantu
user menjelaskan sistem ke orang lain.
B
Menangkap
kebutuhan dan merancang sistem.
Ø
Memandu
perancangan sistem baru.
Ø
Membantu
perancang dalam memilih model internal untuk sistem yang sesuai dengan harapan
user.
Ø
Meramalkan
penggunaan sistem baru.
C
Merancang
antarmuka detail.
Ø
Mengklasifikasi
tugas atau objek yang digunakan dalam perancangan menu.
Ø
Menghubungkan
antara objek dengan aksi.
Teknik Analisis Tugas
Teknik analisis tugas dibagi menjadi tiga bagian,
antara lain:
1.
Dekomposisi
Tugas
Teknik analisis tugas umumnya membuat dekomposisi
tugas untuk mengekspresikan aksi yang harus dilakukan. Salah satu pendekatan
yang sering digunakan adalah Hierarchical Task Analysis (HTA). Output HTA
adalah hirarki tugas dan sub-task dan juga rencana yang menggambarkan urutan
dan kondisi (syarat) suatu sub-tugas dilaksanakan.
2.
Analisis
Berbasis Pengetahuan
Dimulai dengan mendaftar semua objek dan aksi yang
terlibat dalam tugas dan kemudian membangun taksonominya, mirip seperti apa
yang dilakukan pada bidang biologi: hewan termasuk dalam invertebrata dan
vertebrata, hewan vertebrata adalah ikan, burung, reptil, amphibi, atau
mamalia, dan seterusnya tujuannya untuk memahami knowledge yang dibutuhkan
untuk melaksanakan tugas.
3.
Teknik
Berbasis Relasi Entitas
Diadopsi dari desain database. Dalam database, entitas
yang dipilih untuk analisa adalah yang diharapkan untuk direpresentasikan pada
system komputer. Dalam analisis tugas, jangkauan entitas tidak terbatas pada
komputer entitas termasuk objek fisik, aksi yang dilakukan dan manusia yang
melaksanakannya. Objek juga dapat berbentuk komposit dimana membentuk mengandung
lebih dari satu objek.
Sumber Informasi dan Pengumpulan Data
Analisis tugas memungkinkan kita membuat suatu
struktur data mengenai tugas, dan hasilnya akan baik jika didukung oleh sumber
data yang baik pula. Proses analisis data tidak semata-mata mengumpulkan,
menganalisis, mengorganisasikan data dan mempresentasikan hasil, namun
kadangkala kita harus kembali melihat sumber data tersebut dengan pertanyaan dan
pandangan baru. Pada prakteknya, keterbatasan waktu dan biaya menyebabkan
seorang analis berusaha mengumpulkan data yang relevan secepat dan seekonomis
mungkin. Bahkan jika dimungkinkan, seorang analis harus dapat memaksimumkan
penggunaan sumber informasi murah yang sudah ada sebelum melakukan pengumpulan
data yang memakan biaya. Berikut ini adalah beberapa sumber informasi yang
dapat dipergunakan untuk membuat analisis tugas :
A.
Dokumentasi
Sumber data yang mudah didapat adalah dokumentasi yang
telah ada di organisasi seperti buku manual, buku instruksi, materi training
dan lain sebagainya. Dokumen-dokumen ini umumnya berfokus pada item tertentu
dalam suatu peralatan atau software komputer. Dokumen manual peralatan tertentu
misalnya, mungkin hanya memberikan informasi mengenai fungsi dari peralatan
tersebut tidak bagaimana peralatan tersebut digunakan dalam pengerjaan suatu
tugas.
B.
Observasi
Observasi langsung baik secara formal maupun informal
perlu dilakukan jika seorang analis ingin mengetahui kondisi dari pengerjaan
tugas. Hasil observasi dan dokumentasi yang ada dapat digunakan untuk analisis
sebelum memutuskan untuk melakukan pengumpulan data dengan tehnik lain yang
memakan biaya. Observasi dapat dilakukan di lapangan atau dalam sebuah
laboratorium. Jika observasi dilakukan di lapangan analis dapat mengetahui
kondisi yang sebenarnya dari proses pengerjaan tugas. Sebaliknya, pada
observasi yang dilakukan di labor atorium, analis dapat lebih mengendalikan
lingkungan dan umumnya tersedia fasilitas yang lebih baik. Observasi juga dapat
dilakukan secara aktif dengan memberikan pertanyaan atau secara pasif dengan
hanya memperhatikan obyek ketika sedang bekerja.
C.
Wawancara
Bertanya pada seorang yang ahli pada bidang tugas yang
akan dianalisis seringnya merupakan cara langsung yang cepat untuk mendapatkan
informasi mengenai suatu tugas. Ahli tersebut bisa saja si manager, supervisor,
atau staf yang memang mengerjakan tugas tersebut. Wawancara kepada ahli
sebaiknya dilakukan setelah observasi.
D.
Analisis
Awal
Setelah data diperoleh dari beberapa sumber seperti
buku manual, observasi maupun wawancara, maka detail analisis dengan berbagai
metode yang ada dapat mulai dilakukan. Untuk tahap awal, dapat dilakukan dengan
mendaftar obyek dan aksi dasar. Cara mudah yang dapat ditempuh adalah dengan
menelusuri dokumen-dokumen yang ada dan mencari kata benda yang akan menjadi
obyek, serta kata kerja yang akan menjadi aksi. Namun hal ini tidaklah
selamanya cukup. Tidak mudah mengenali posisi obyek dan aksi tersebut dalam dokumen
terutama untuk obyek atau aksi yang dijelaskan secara implisit.
E.
Pengurutan
dan Klasifikasi
Ada beberapa tehnik untuk membuat klasifikasi dan
pengurutan entri berdasarkan beberapa atribut. Beberapa analis melakukan
pengurutan dan klasifikasi sendiri, namun ada juga yang dibantu oleh ahli
berdasarkan bidang analisis.
Penggunaan Hasil Analisis Tugas
Output analisis tugas adalah bentuk perincian dari
tugas yang dilakukan orang, Teknik yang mereka gunakan, alat yang digunakan
serta rencana dan urutan aksi untuk melaksanakan tugas tersebut. Berikut ini
adalah contoh tiga jenis penggunaan output analisis tugas, yaitu:
Ø Manual atau pengajaran.
Ø Pendefinisian kebutuhan dan perancangan system
Ø Perancangan detail interface